Yeah, ini adalah lirik lagu (atau puisi, terserah) yang sudah lama saya tulis. Saya sedang membaca-baca buku "lirik" saya dan menemukan ini. Selamat menikmati!
REVOLUSI PLASMA
Warna merah mewarnai tubuh.
Pembuluh berontak, revolusi plasma.
Televisi mengoyak jantung religi.
Darah pun menjadi chanel tersendiri.
Sekarang dengarkan waktu berjalan.
Langkah demi langkah membunuh masa depan.
Syaraf melilit mencengkeram jiwa.
Membakar akal, menarik senyawa.
Defile pengiring kiamat mendekat.
Bersiaplah, karena esok kita menjadi malaikat.
Showing posts with label puisi manis. Show all posts
Showing posts with label puisi manis. Show all posts
15 April 2007
13 April 2007
Pembunuhan Cinta di Padang Asmara
Kemarin pagi aku membunuh cinta
Dengan sebilah pisau di pagi yang buta
Ia telah memberiku banyak derita
Membungkamku dalam pahitnya cerita
Senyumku kini lebih sering kembali
Memberi warna pada gelora di hati
Keceriaan yang kan terus kubawa sampai mati
Atau setidaknya sampai akhir dari hari-hari
Bergejolak
Meninggalkan masa suram yang tertolak
Kini aku merasa hidup
Tanpa hati yang tertutup
Dengan sebilah pisau di pagi yang buta
Ia telah memberiku banyak derita
Membungkamku dalam pahitnya cerita
Senyumku kini lebih sering kembali
Memberi warna pada gelora di hati
Keceriaan yang kan terus kubawa sampai mati
Atau setidaknya sampai akhir dari hari-hari
Bergejolak
Meninggalkan masa suram yang tertolak
Kini aku merasa hidup
Tanpa hati yang tertutup
Subscribe to:
Posts (Atom)
